Menu

Mode Gelap

Edukasi

PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI


 Happy elementary school teacher giving high-five to her student during class in the classroom. Perbesar

Happy elementary school teacher giving high-five to her student during class in the classroom.

finaninsia –Pendidikan karakater harus ditanamkan dari usia dini yang harus diterapkan untuk memahami nilai-nilai perilaku dalam kehidupan yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang di wujudkan dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan dengan norma- norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.

Jadi dengan kata lain proses Pendidikan karakter sangat berperan pada tumbuh kembang seorang anak, bagaimana, penanaman karakter seorang anak tergantung didikan dari keluarga sekolah (PAUD), dan juga pengaruh lingkugannya yang akan mencerminkan karakter mereka di masa depan.1

Keseimbangan Pendidikan akademik dan pembentukan karakter perlu di perhatikan dengan serius oleh pendidik sekolah dan orang tua dirumah, jika keseimbangan tersebut dilakukan, Pendidikan dapat menjadi dasar untuk mengubah pola pikir seorang anak yang akan menjadikan lebih berkualitas dari aspek keimanan, ilmu pengetahuan, dan akhlak.

“Pendidikan tidak hanya terkait dengan bertambahnya ilmu pengetahua, namun harus mencagkup aspek sikap dan perilaku sehingga dapat menjadikan anak sebagai manusia yang bertaqwa, berilmu, dan berkhlak mulia. Sejak kecil, anak-anak diajarkan tentang bagusnya sikap jujur, berani, kerja keras, displin, peduli, adil, dan tanggung jawab”. 2

Baca juga : Manajemen Risiko : Pengertian, Macam – Macam dan Komponennya

Upaya yang di lakukan untuk mendidik dengan memberikan motivasi kepada anak agar belajar serta menerapkan ketentuan ataupun tata tertib yang berlaku di masyarakat.

Adapun beberapa hal yang dilakukan untuk mendidik anaka anatara lain seperti berikut :

1. Menggunakan intruksi formal oleh seseorang yang ahli dalam bidangnya

2. Mengembangkan mental, moral, dan estetika

3. Menyediakan informasi yang di perlukan oleh anak

4. Melakukan pendekatan atau mengondisikan anak untuk merasa mempercayai, dan bertindak dengan cara tertentu.

Peran orangtua dalam upaya peningkatan Pendidikan karakter anak usia dini dalam keluarga dengan menanamkan budi pekerti yang baik. Jika anak dibiasakan dari kecil dengan pengamalan-pengamalan dari nilai etika, menghargai diri sendiri dan orang lain, bertanggung jawab, integritas, dan displin diri sendiri, maka hal ini akan membekas hingga dewasa.

Pendidikan karakter dalam keluarga dapat ditafsirkan sebagai sebuah upaya orang tua terhadap anak supaya pada usia dini dapat bertumbuh serta menghayati nilai moral dengan tujuan untuk membentuk pribadi yang mempunyai akhlak mulia.

“Beberapa nilai-nilai karakter yang diberikan orangtua kepada anak dalam lingkungan keluarga antara lain:

1) Disiplin diri. Karakter ini menjadi perhatian yang besr bagi orangtua ketika mereka diwawancarai oleh peneliti. Disiplin diri menjadi prioritas dari sebagian besar narasumber karena menurut mereka disiplin ini akan berpengaruh terhadap kerja keras, komitmen pada tujuan, melatih diri agar mandiri, dan juga menghindari perilaku tidak baik.

2) Ketekunan. Ketekunan di sini adalah tekun belajar meskipun banyak kendala. Dengan diberikan nilai-nilai ketekunan, maka secara tidak langsung akan melatih kesabaran anak dan berani mencoba hal-hal baru.

3) Tanggung jawab. Anak diberi kebebasan dalam menjalankan kewajiban dan tugas, dapat diandalkan, konsisten dalam perkataan dan perbuatan, dan dapat dipercaya ketika diberi tugas orangtua.

4) Sikap rendah hati. Dalam pergaulan sosial anak dapat membawa diri dan tidak membanggakan diri. Sikap yang terlalu menyombongkan diri akan merugikan diri sendiri. Manusia yang berlebihan dan mengunggulkan diri, biasanya
lalu bersikap merendahkan (meremehkan) orang lain. Padahal, setiap orang memiliki kelemahan dan kekuatannya masing- masing.

5) Tata krama. Karakter yang ditanamkan sejak usia dini
adalah membentuk ‗unggah-ungguh’ dan tatakrama yang baik dan benar. Anak diajari agar dapat memilah da memilih mana tindakan yang baik dan tindakan yang tidak baik. Tata krama
ini termasuk hal yang penting dalam hubungan kemasyarakatan. 6) Kejujuran. Anak dibiasakan hidup jujur sejak kecil. Misalnya jika menemukan barang yang bukan miliknya, maka anak diajarkan untuk tidak mengambilnya.

7). Cinta kepada Allah. Orangtua mengajarkan nilai-nilai religi kepada anak dengan membawa anak ke kegiatankegiatan pengajian, mendorong anak untuk belajar beribadah

mengikuti oarangtuanya, dan menanamkan nilai-nilai kebajikan.

Pendidikan formal yaitu sekolah adalah peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter terhadap seorang anak. Peran dari lingkungan sekolah adalah sebagai lembaga yang bersifat formal yang menerapkan pendidikan karkater untuk anak yang dilakukan seorang guru.

Advertisements

Guru menerapkan Pendidikan dan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dengan memberikan kesempatan berinteraksi secara tidak langsung, membantu anak untuk memahami dan dapat membuat anak itu meniru kebiasaan teman sebayanya.

Terdapat metode pembelajaran yang dapat membantu pendidik dalam membentuk karakter seorang anak seperti: active learning, adalah sebuah metode pembelajaran dengan melibatkan seorang anak dalam proses belajar. Dengan menciptakan kegiatan menarik dan melibatkan anak.

Seperti mengajak bercerita apa saja yang dilakukan anak pada saat dirumah dengan orang tuannya. Kemudian, seorang guru memberi beberapa pertanyaan untuk melihat karakter anak dari situlah aka nada timbal balik dari satu anak dengan anak yang lainnya.

Pembentukan karakter anak usia dini juga dapat di bantu dengan menggunakan metode mendongeng. Melalui mendongeng seorang anak akan kagum terhadap tokoh dan dapat menirukan nilai dan moral yang baik terdapat pada cerita tersebut.

Tidak hanya itu konteks pada buku Pendidikan karakter yang khusus ditunjukan terhadap anak usia dini “adalah kesesuian gambar ilustrasi dengan peristiwa atau kejadian yang di sajikan dalam bentuk gambar pada buku untuk anak (Walker, 2015)”. Buku anak-anak disajikan dengan ilustrasi gambar, supaya sistem motorik pada anak mudah untuk memahmi.

“Dari tema cerita dalam buku pendidikan karakter untuk anak-anak, konteks yang tepat dapat memberi kesenangan kepada pembacanya. Peran konteks yang diwujudkan sebagai sebuah narasi di sebuah buku anak-anak, memberikan pengertian baru dalam hal jeda dan alur.

Gaya penyajian konteks yang tepat di sebuah narasi tergantung dari genre sebuah tulisan. Hal yang harus diperhatikan dalam membuat konteks yang sesuai dengan pembacanya dalam sebuah narasi adalah menemukan keseimbangan antara teks dan gambar.

Detail bagian dari naskah akan lebih memberi kesan misterius untuk menghasilkan narasi yang menarik. Dialog antara teks dan gambar adalah kunci utama untuk menghasilkan atau menjaga jeda dan alur sebuah narasi dalam sebuah penyajian konteks. Atas pertimbangan inilah kesesuaian konteks dan ilustrasi dalam buku anak menjadi penting.”

Seorang guru harus memperhatikan dalam memilih buku untuk mendidik anak usia dini, karena jika salah menyajikan akan terjadi penyimpangan-penyimpangan individu. Pendidika karakter anak usia dini formal maupun non formal sangatlah penting. Jadi seorang guru maupun kedua orangtua harus memiliki beberapa kreteria berikut:

“1. Kemampuan Pedagogis

Kemampuan pedagogis adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pendidik dalam hal mentransfer ilmu kepada peserta didik. Ke- mampuan ini mencakup
pemahaman terhadap sifat peserta didik dari segala aspek, seperti fisik, moral, spritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.

2. Kemampuan Pribadi

Kemampuan pribadi terkait dengan kepribadian pendidik yang harus dapat menjadi teladan bagi peserta didiknya atau sifat uswah hasanah dalam konsep Islam. Pendidik seharusnya dapat menjadi teladan, baik dari cara berpikir (pengetahuan akademik) maupun akhlaknya (sikap dan perilaku).

3.Kemampuan Sosial

Kemampuan sosial yang perlu dimiliki oleh seorang pendidik mencakup kompetensi dalam bersosialisasi dengan orang lain, terutama dalam ber- komunikasi.
Pendidik adalah figur yang diharapkan dapat menjadi teladan yang bukan saja kepada peserta didik, melainkan juga pada lingkungan, baik lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah.

4. Kemampuan Akademik

Kemampuan yang sangat penting bagi seorang pendidik adalah me- miliki kemampuan akademik. Kemampuan akademik adalah penguasaan seorang pendidik terhadap materi yang akan diajarkan kepada peserta didik.”

Pengoptimalisasian dalam mengimplementasikan pendidikan akan membentuk kepribadian peserta didik yang lebih baik dalam memilah dan memilih pergaulan, perbuatan, dan tindakan sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Hal tersebut memberikan dampak yang positif bagi generasi masa depan agar tidak mudah terpengaruh budaya luar maupun lingkungan sekitar yang kurang baik.

“Pengoptimalan pendidikan karakter, saat ini dikenal dengan sebutan revolusi mental, dimana Indonesia mengambil langkah perbaikan, tanpa harus berupaya untuk menghilangkan proses perubahan dalam pembentukan karakter yang telah ada, dalam menciptakan pembentukan karakter bangsa yang lebih baik”.

Pihak sekolah memiliki peranan dan pengaruh yang sangat besar dalam mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolahnya, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan moral peserta didik.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penanaman nilai moral dapat dilakukan dengan pengenalan serta pengetahuan tentang nilai-nilai, dilanjut dengan pemberian pemahaman serta pentingnya pengaplikasian nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dan menanamkan komitmen untuk mengaplikasikannya dalam bentuk tindakan.

Pendidikan karkter pada anak usia dini pertama adalah kedua orangtua di lingkungan keluargannya, untuk mengajari nilai dasar dan norma yang ada di masyarakat. Pendidikan karakter akan menjadikan anak lebih berkualitas dan biasamenjadi penerus bangsa, dengan menerapkan nilai dan norma yag terkandung.

Penulis : Rizky Yoga Wibowo

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tantangan Integrasi Nasional Dimensi Horizontal dan vertikal

17 Oktober 2023 - 08:26

sebutkan tantangan bangsa indonesia dalam membangun integrasi nasional

Faktor-Faktor Pendorong Integrasi Nasional

17 Oktober 2023 - 08:00

Faktor-Faktor Pendorong Integrasi Nasional

Sejarah integrasi Nasional Indonesia

17 Oktober 2023 - 07:45

Sejarah integrasi Nasional Indonesia

Integrasi Nasional : Makna, Pengertian, Macam-Macam Jenis, dan Pentinya Integrasi Nasional

17 Oktober 2023 - 07:33

faktor pembentuk integrasi nasional

Refleksi dan Argumentasi Pentingnya Identitas Nasional

17 Oktober 2023 - 07:07

Refleksi dan Argumentasi Pentingnya Identitas Nasional

Dinamika dan Tantangan Identitas Nasional

17 Oktober 2023 - 06:55

Dinamika dan Tantangan Identitas Nasional
Trending di Edukasi