Beranda » Jenis Dividen Saham : Pengertian, Hingga Cara Menghitung Dividen
Dividen Saham : Pengertian, Jenis, Hingga Cara Menghitung Dividen

Jenis Dividen Saham : Pengertian, Hingga Cara Menghitung Dividen

by Rehan Tamlihan

Finaninsia – Dividen adalah istilah yang sering muncul dalam investasi yang saham. Bisa dikatakan dividen saham merupakan kondisi yang dinantikan oleh banyak investor saham.

Istilah dividen sering digunakan untuk menyebut banyak hal yang berkaitan dengan pembagian keuntungan. Sedangkan istilah dividen sendiri lebih mengacu pada komponen keuangan, yang dapat berupa aset seperti uang tunai, gedung, dll.

Sederhananya, dividen adalah pembagian laba yang dibayarkan perusahaan atau emiten kepada pemegang saham. Adanya dividen juga merupakan keuntungan dari investasi saham, yang bisa dilakukan selain keuntungan dari penjualan saham.

Baca Juga : Jasa Maklon : Pengertian, Biaya, Ciri- ciri, Cara Kerja dan Keuntungannya

Pengertian Dividen Saham

Pengertian dividen saham adalah bagian dari pendapatan / laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk saham, bukan uang tunai. Dividen dapat dibayarkan oleh emiten yang tidak memiliki cukup likuiditas untuk jangka waktu tertentu. Harga saham setelah pembagian dividen cenderung turun seiring dengan penyesuaian jumlah saham beredar yang meningkat. Dalam hal ini, nilai perusahaan tetap tidak berubah.

Dalam pengertian yang lain, definisi dividen saham berarti dividen yang dibayarkan sebagai saham tambahan, bukan pembayaran tunai. Perusahaan dapat memilih untuk membayar dividen jenis ini kepada pemegang saham ketika sumber daya kas perusahaan terbatas.

Dividen yang dibagikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham dihitung dari selisih antara laba perusahaan dengan laba saldo ( laba yang ditahan) . Akumulasi laba saldo ( laba yang ditahan) ini adalah keuntungan yang disimpan perusahaan untuk membiayai ekspansi di masa depan.

Dividen juga hampir sama dengan persiapan modal saham atau rapat umum, namun tidak mengurangi kepemilikan investor. Dengan pembayaran dividen tersebut, investor tidak menerima dividen tunai, melainkan lebih banyak saham yang dimilikinya.

Dengan membayar dividen, perusahaan biasanya bertujuan untuk lebih menghemat pengeluaran kas perusahaan sehingga dapat digunakan untuk peluang investasi yang lebih besar dan menguntungkan.

Jenis – Jenis Dividen Saham

Dividen diklasifikasikan ke dalam berbagai jenis. Untuk pemahaman yang lebih baik, berikut adalah penjelasan tentang jenis-jenis dividen saham :

1. Dividen Tunai

Jenis pertama adalah dividen tunai. Sedangkan dividen tunai adalah jenis dividen yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk tunai atau tunai. Keberadaan dividen tunai mungkin yang paling umum.

Jenis dividen ini juga disukai para pemegang saham, dilihat dari kondisi lapangan. Karena pemegang saham dapat memperoleh keuntungan secara tunai.

Baca Juga : Value Proposition : Definisi, Fungsi, Komponen Utama, dan Struktur Bagiannya

Setelah itu biasanya dilakukan dua sampai empat kali dalam setahun pada saat pembagian dividen tunai. Artinya, pembayaran dividen kas tergantung pada periodenya. Namun perlu diperhatikan juga bahwa pembagian dividen tunai tersebut akan dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Dividen Property

Dividen real estat atau dividen Property adalah dividen yang dibagikan sebagai aset. Dibandingkan dengan dividen tunai, jenis dividen real estat ini cukup langka. Salah satu alasannya adalah proses distribusi yang tidak mudah.

Perusahaan yang membayar dividen dalam bentuk ini karena kekurangan uang. Hal ini karena uang perusahaan digunakan untuk berinvestasi pada saham perusahaan lain atau untuk keperluan lain seperti persediaan.

Jika uang keluar dalam jumlah besar, dikhawatirkan harga jual investasi dan persediaan akan turun sehingga menyebabkan kerugian bagi perusahaan dan pemegang saham. Akibatnya, perusahaan membagikan dividen kepada investor atau pemegang sahamnya sebagai aset.

3. Dividen Likuidasi

Dividen Likuidasi adalah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, tetapi sebagai dividen laba dan sebagai pengembalian sebagian modal. Perusahaan yang memiliki rencana melakukan pemberhentian perusahaan seperti kondisi joint venture atau perusahaan dalam kondisi mengalami kebangkrutan atau perusahaan pailit.

Jika sebuah perusahaan bangkrut tetapi aset tetap, sisa aset dibagikan di antara para pemegang saham. Ini sering disebut sebagai dividen likuidasi. Namun, jika perusahaan tidak memiliki sisa modal, perusahaan tidak dapat menawarkan apapun kepada pemegang sahamnya.

4. Dividen Janji Hutang

Berikutnya adalah dividen obligasi, atau yang biasa kita kenal dengan scrip dividend. Dimana dividen janji hutang merupakan dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham oleh perusahaan dalam bentuk surat janji hutang.

Jenis dividen ini menjadikan sebuah perusahaan memberikan janji perusahaan kepada investornya jika mereka membayar dividen dalam jangka waktu tertentu. Pembagian dividen jenis ini biasanya terjadi karena perusahaan tidak memiliki cukup kas untuk melakukan pembayaran dividen kepada para pemegang sahamnya. Karena itu, obligasi diterbitkan sebagai jaminan dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham.

Cara Menghitung Dividen Saham

Pada dasarnya, ada beberapa cara untuk menghitung dividen. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Dividend Payout Ratio (DPR)
Metode pertama yang digunakan untuk menghitung dividen adalah dividend payout ratio (DPR), suatu dasar penghitungan dividen yang menunjukkan seberapa besar laba perusahaan yang dibagikan sebagai dividen kepada investor dan pemegang saham.

Misalnya, Perusahaan A mendapat laba bersih Rp 1 miliar, setelah itu perusahaan memutuskan untuk membagikan 50% dari total laba bersih sebagai dividen.

Oleh karena itu, Perusahaan A membagikan Rp 500 juta sebagai dividen kepada investor. Tentu saja, jumlah resmi dividen yang diterima tergantung pada jumlah investasi investor itu sendiri.

Pada tahap ini, perusahaan membuat perhitungan yang lebih detail.

2. Dividen Per Share (DPS)
Cara lain menghitung dividen adalah dividend per share (DPS), cara perhitungan ini bisa diartikan sebagai dividen perlembar saham

Menurut laporan Corporate Finance Institute, dalam perhitungan ini perseroan menghitung nilai dividen berdasarkan jumlah saham beredar. Jika Perusahaan A memutuskan untuk membagikan dividen total sebesar Rp 500 juta sedangkan jumlah saham perusahaan tersebut adalah Rp 2 juta per saham, pemegang saham akan menerima Rp 500 juta/2 juta = Rp 250 per saham.

3. Dividend Yield
Cara menghitung Dividen yang terakhir adalah dihitung berdasarkan dividend yield, yaitu perhitungan saham berdasarkan harga saham yang beredar.

Misalnya, untuk memudahkan Anda memahami; Perusahaan A menerbitkan saham dengan harga 250 rubel/saham.

Harga saham perusahaan A pada hari kerja sama adalah Rp 5.000, sehingga perhitungan dividend yield adalah 250/5.000 × 100% = 5%. Kemudian 5 persen dibayarkan sebagai dividen.

Kesimpulan

Dividen saham adalah bagian dari pendapatan / laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk saham, bukan uang tunai. Dividen saham dapat dibayarkan oleh emiten yang tidak memiliki cukup likuiditas untuk jangka waktu tertentu. Harga saham setelah pembagian dividen cenderung turun seiring dengan penyesuaian jumlah saham beredar yang meningkat. Dalam hal ini, nilai perusahaan tetap tidak berubah.

Selain  Dividen saham masih terdapat beberapa jenis Dividen yaitu, dividen tunai, Dividen real estat atau dividen Property, Dividen Likuidasi, dan yang terakhir Dividen janji hutang

Advertisements
Advertisements

Related Posts

Leave a Comment