Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 13 Feb 2023 01:23 WIB ·

Prinsip Ekonomi : Pengertian, Macam, Ciri-ciri dan Penerapannya


 Prinsip Ekonomi: Pengertian, Macam, Ciri-ciri dan Penerapannya Perbesar

Prinsip Ekonomi: Pengertian, Macam, Ciri-ciri dan Penerapannya

Finaninsia – Prinsip ekonomi merupakan pedoman utama bagi berjalannya sistem perekonomian negara, tidak terkecuali di Indonesia. Sederhananya, prinsip ekonomi adalah pengejaran keuntungan sebesar-besarnya oleh semua orang yang terlibat dalam kegiatan ekonomi. Inti dari ekonomi dan prinsip ekonomi adalah memuaskan kebutuhan konsumen yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas. Seorang konsumen dapat berupa setiap orang, perusahaan, organisasi atau lembaga negara yang menggunakan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Konsumen hanya menggunakan produk tersebut tanpa menjualnya kembali kepada pihak tertentu. Untuk lebih jelasnya akan kami bahas selengkapnya pada artikel ini.

Pengertian Prinsip Ekonomi

Pada dasarnya ekonomi digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas. Prinsip ekonomi juga dapat berarti pilihan konsumen dan faktor serta perilaku yang memengaruhi pilihan tersebut. Konsumen ini dapat berupa setiap orang, perusahaan, organisasi atau instansi pemerintah yang menggunakan jasa atau produk untuk memenuhi kebutuhannya.

Prinsip ekonomi adalah panduan untuk kegiatan ekonomi yang memungkinkan perbandingan rasional antara pengorbanan yang dilakukan dan hasil yang dicapai. Prinsip ekonomi bertujuan untuk mencapai hasil tertentu dengan pengorbanan yang minimal atau mencapai hasil maksimal dengan pengorbanan tertentu. Prinsip ekonomi menyangkut tiga kegiatan ekonomi, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.

Konsumen adalah orang yang hanya menggunakan produk tanpa menjualnya kembali kepada pihak manapun. Keunggulan prinsip swakelola adalah optimalisasi sumber daya yang ada untuk keuntungan sebesar-besarnya, minimalisasi resiko kerugian atau kerusakan, tercapainya kekayaan yang diinginkan, tercapainya jaminan hasil kerja yang berkualitas sesuai dengan tingkat kepuasan pengusahaan.

Macam – macam Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi sendiri dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

1. Prinsip ekonomi konsumen

Konsumen adalah pihak atau orang yang menggunakan jasa atau produk untuk memenuhi kebutuhannya. Konsumen hanya menggunakan produk tanpa menjual produk yang dibeli kepada pihak tertentu. Peran konsumen sangat penting, tanpa konsumen tidak semua rantai pasok berjalan, sehingga konsumen adalah kunci keberlanjutan produk. Konsumen juga berperan penting dalam menciptakan pertumbuhan pendapatan nasional negara.

Indonesia, dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, sangat bergantung pada konsumsi konsumen lokal untuk menghasilkan pendapatan.

Beberapa prinsip yang harus diperhatikan konsumen ketika menerapkan prinsip ekonomi adalah:

-Mengutamakan barang atau jasa yang akan dibeli dan mengutamakan manfaat (menyatakan kebutuhan pokok), karena konsumen hanya boleh memilih barang dan jasa yang benar-benar penting, dan hanya mereka yang membutuhkan.

-Hindari gaya hidup mewah dan boros dengan membeli barang dengan harga yang mampu dia beli

-Pilih barang dengan kualitas terbaik.

-Negosiasi pembelian barang atau jasa untuk mendapatkan harga terbaik.

-Membandingkan pengeluaran dan pendapatan agar tidak terpatok lebih besar dari tiang atau jumlah pengeluaran lebih besar dari jumlah pendapatan.

2. Prinsip ekonomi produsen

Produsen sering diartikan sebagai usaha yang memproduksi barang dan jasa, termasuk produsen, pedagang besar, pemasok dan pengecer profesional, yaitu. orang atau badan yang berperan dalam penyampaian barang atau jasa hingga sampai ke tangan konsumen. Tujuan dari proses produksi yang dilakukan oleh produsen itu sendiri adalah untuk meningkatkan nilai barang atau menciptakan suatu barang baru yang berguna untuk memenuhi kebutuhan orang banyak.

Contoh prinsip ekonomi produsen itu sendiri adalah:

-Produksi barang dengan permintaan tinggi dan kebutuhan sosial.

-Menyesuaikan volume produksi dengan jumlah permintaan.

-Mencari bahan baku kualitas terbaik, namun tetap dengan harga terjangkau.

-Memiliki karyawan yang berpengalaman, profesional dan sumber daya manusia yang disiplin.

-Menentukan tempat produksi suatu barang atau jasa di dekat sumber bahan baku dan juga tempat distribusi

-Menggunakan sarana teknis yang tepat agar lebih efisien (lebih berkelanjutan) dan lebih ramah lingkungan.

3. Prinsip Keuangan Distributor

Distributor adalah orang atau kelompok yang mendistribusikan produk ke konsumen akhir. Distributor berperan sangat penting dalam mendistribusikan barang dan jasa dari produsen ke pelanggan, baik ke retailer maupun secara langsung, sehingga produsen dapat fokus memantau kelangsungan produksi dan kualitas produk. Distributor memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mendapatkan atau membeli barang dan jasa yang dibutuhkannya.

Prinsip ekonomi yang harus diperhatikan oleh penyalur adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan saluran distribusi yang baik juga memerlukan sarana transportasi yang ekonomis.
  • Distributor dapat menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen dengan cepat, tepat dan murah, namun tetap mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya Untuk mengetahui kinerjanya.
  • Distributor juga harus memperhatikan daya beli masyarakat atau daya beli pasar sasarannya untuk keuntungan yang sebesar-besarnya.
  • Mendistribusikan barang tepat waktu dan menjaga agar barang yang dikirim tidak rusak.

Baca juga : 

Ciri – ciri Prinsip Ekonomi

Berikut ciri-ciri dari prinsip ekonomi yang perlu anda ketahui.

1. Bertindak rasional

Selalu pikirkan akal sehat tanpa emosi dan nafsu sebelum mengambil tindakan finansial. Tindakan yang masuk akal diperlukan untuk melindungi diri Anda dari pengeluaran yang meledak.

2. Melakukan Kegiatan Ekonomis

Menyelenggarakan kegiatan ekonomi melalui perencanaan yang matang dan perhitungan yang cermat. Kinerja keuangan berarti seseorang mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya dan menghindari kebiasaan atau hobi yang tidak berguna.

3. Berhemat

Jangan memaksakan keinginan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi kecuali Anda benar-benar memiliki biaya untuk hal tersebut.

4. Menetapkan skala prioritas

Memenuhi semua kebutuhan prioritas dengan membuat daftar alat yang disesuaikan dengan tingkat kepentingan kebutuhan, mulai dari yang paling diperlukan sampai yang paling tidak bermanfaat.

5. Senantiasa bertindak berdasarkan prinsip keuntungan

Prinsip keuntungan berarti selalu memperhitungkan baik biaya yang dikeluarkan maupun keuntungan yang diperoleh dari kegiatan ekonomi yang dilakukan.

Prinsip – Prinsip Ekonomi

Sepuluh prinsip ekonomi yang dianggap sebagai inti dari kebijakan ekonomi modern. 10 prinsip ekonomi adalah:

1. Orang menghadapi trade-off.

2. Biaya adalah apa yang orang berikan untuk mendapatkan sesuatu.

3. Orang rasional berpikir tentang batasan.

4. Manusia menanggapi rangsangan.

5. Semua pihak mendapat keuntungan dari perdagangan.

6. Pasar merupakan tempat yang baik untuk menyelenggarakan kegiatan ekonomi.

7. Pemerintah terkadang dapat meningkatkan hasil pasar.

8. Standar hidup suatu negara bergantung pada kemampuannya memproduksi barang dan jasa.

9. Harga naik ketika pemerintah mencetak terlalu banyak uang.

10. Masyarakat menghadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran.

Penerapan Prinsip Ekonomi
1. Pengorbanan biaya yang diperlukan untuk mendapatkan sesuatu

Biaya atau biaya peluang adalah pengorbanan yang dilakukan oleh perusahaan atau orang untuk mendapatkan sesuatu. Biaya juga bisa berarti berkorban untuk mendapatkan barang. Pengorbanan dapat berupa uang, barang, pekerjaan, waktu atau kesempatan. Pengorbanan yang tidak memiliki tujuan juga disebut pemborosan.

2. Berpikir Rasional

Rasional adalah mengambil keputusan berdasarkan pemikiran dan penalaran yang logis. Menurut definisi ini kamus Oxford menjelaskan bahwa rasional berarti berdasarkan atau sesuai dengan nalar atau logika, kemampuan berpikir secara bijak atau logis, dan kemampuan bernalar. Para ahli menunjukkan bahwa berpikir rasional adalah kemampuan seseorang untuk menarik kesimpulan berdasarkan data, aturan dan logika yang dapat dibuktikan atau didukung.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa rasional adalah kata sifat yang berkaitan dengan kemampuan berpikir secara bermakna dan logis, didukung oleh informasi yang dapat dipercaya dan aturan yang berlaku secara wajar. Dalam prinsip ekonomi, pembuat keputusan yang rasional menghasilkan manfaat marjinal.

3. Pasar Sebagai Tempat Kegiatan Ekonomi

Dalam hal ini, pasar berarti semua kegiatan permintaan dan penawaran tenaga kerja, modal, surat berharga dan uang. Fungsi pemasaran meliputi menjadi atau memperlancar distribusi barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Penetapan nilai pasar menentukan harga suatu barang atau jasa tertentu sesuai dengan permintaan dan penawaran yang berlaku di pasar.

4. Negara berwenang menambah faktor-faktor produksi

Campur tangan dalam bidang ekonomi biasanya dilakukan oleh negara. Hal ini dilakukan untuk membantu para pedagang di pasar dengan cara yang menguntungkan kedua belah pihak yaitu. penjual dan pembeli. Oleh karena itu, penjual kini dapat dengan mudah memaksimalkan pendapatannya dengan menambahkan pendapatan pada barang atau persediaan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

5. Biaya pertukaran dan peluang

Dalam membuat setiap keputusan ekonomi, seseorang menghadapi pilihan dimana satu pilihan mengorbankan pilihan lainnya. Trade-off yang dialami oleh semua orang adalah efisiensi dan pemerataan, artinya setiap masyarakat diharapkan memperoleh hasil optimal dari sumber daya langka yang tersedia, dan mendistribusikan hasil sumber daya langka tersebut secara merata di antara semua lapisan masyarakat.

6. Standar hidup suatu negara bergantung pada kemampuannya memproduksi barang dan jasa

Standar hidup suatu negara berbanding lurus dengan kemampuannya memproduksi barang dan jasa. Jika kemampuan mereka menghasilkan barang dan jasa cukup tinggi, taraf hidup mereka juga akan tinggi dan sebaliknya.

7. Bisnis yang saling menguntungkan

Bisnis adalah pengaturan yang berkaitan dengan transaksi barang dan/atau jasa di dalam dan di luar negeri, yang tujuannya adalah pengalihan hak atas barang dan jasa dengan imbalan imbalan atau kompensasi. Perdagangan sendiri merupakan faktor utama dalam pembangunan ekonomi nasional yang mendukung pertumbuhan produksi, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekspor dan mata uang, distribusi pendapatan dan penguatan daya saing produk dalam negeri sesuai dengan kepentingan nasional.

8. Harga naik ketika pemerintah mencetak uang dalam jumlah besar

Karena tingginya peredaran uang, nilai uang itu sendiri turun karena produksi uang yang tinggi, yang kemudian menyebabkan harga barang naik karena nilai uang turun. Di negara Zimbabwe yang mengalami hiperinflasi, terdapat contoh prinsip kebijakan moneter yaitu pembuatan mata uang kertas 10 miliar euro.

9. Masyarakat menghadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran

Trade-off antara inflasi dan pengangguran hanya bersifat sementara, tetapi dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Di beberapa negara, kenaikan inflasi mengurangi pengangguran. Namun, hal ini sepertinya tidak terjadi di Indonesia. Inflasi adalah suatu kondisi ekonomi yang ditandai dengan kenaikan harga yang cepat yang menyebabkan penurunan daya beli dan seringkali diikuti dengan penurunan tabungan dan/atau investasi karena peningkatan belanja publik.

10. Semua orang merespons insentif dengan lebih baik

Secara umum, orang lebih aktif ketika mereka menerima manfaat tambahan dari aktivitas mereka. Ini adalah dasar dari Sepuluh Prinsip Ekonomi, di mana orang merespons lebih banyak ketika timbal balik tercapai.

Manfaat Prinsip Ekonomi

Manfaat menerapkan prinsip ekonomi adalah sebagai berikut:

1. Optimalisasi sumber daya yang tersedia untuk keuntungan maksimal.

2. Bekerja secara efisien, cepat dan akurat untuk meminimalkan resiko kehilangan atau kerusakan.

3. Capai tujuan tepat waktu  yang diinginkan.

4. Untuk mencapai hasil pekerjaan yang terjamin kualitasnya yang memenuhi tingkat kepuasan kontraktor.

5. Hidup lebih baik dengan kompetisi yang sehat.

Contoh Prinsip Ekonomi

Berikut contoh prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari:

Contoh prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi:

-Pemilihan lokasi yang dekat dengan lokasi bahan baku dan distribusi

-Perekrutan tenaga kerja yang berkualitas dan berpengalaman

-Penggunaan alat dan mesin untuk meningkatkan produksi

-Penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien

-Menguntungkan, tetapi tidak mempertimbangkan harga jual dari harga pasar terlalu jauh

Contoh prinsip ekonomi kegiatan distribusi:

-Meningkatkan kualitas layanan konsumen

-Memilih produsen yang kualitas dan mutunya terjamin

-Membeli dari barang langsung dari produsen untuk mengurangi biaya

-Memilih lokasi yang dekat dengan produsen dan konsumen

-Menggunakan peluang distribusi untuk meningkatkan produktivitas

Contoh prinsip keuangan tindakan konsumen:

-Membeli barang berkualitas baik

-Memilih barang tahan lama

-Membeli barang di harga yang wajar

-Merencanakan pengeluaran secara akurat dan mempertimbangkan pendapatan

Kesimpulan

Prinsip-prinsip ekonomi adalah prinsip-prinsip yang mencakup sejumlah besar hukum dan teori ekonomi. Terutama yang menjelaskan bagaimana suatu ekonomi mencoba untuk memenuhi permintaan yang tidak terbatas dengan persediaan sumber daya yang terbatas di pasar. Dalam pengertian lain, ekonomi fundamental memeriksa pilihan konsumen dan faktor serta perilaku yang memengaruhi pilihan tersebut. Ada banyak sekali manfaat dari prinsip ekonomi. Anda dapat mengetahui prinsip ekonomi dengan melihat ciri-ciri atau karakteristik dari prinsip ekonomi seperti yang dibahas pada artikel ini. Demikian pembahasan kita mengenai prinsip ekonomi semoga menambah wawasan anda dan semog bermanfaat, terima kasih.

 

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengaruh Perubahan Pembelajaran dari Daring ke Pembelajaran Luring

1 April 2023 - 03:09 WIB

Pengaruh Perubahan Pembelajaran dari Daring ke Pembelajaran Luring

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) : Pengertian, Jenis, Syarat dan Manfaatnya

1 Maret 2023 - 11:41 WIB

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) : Pengertian, Jenis, Syarat dan Manfaatnya

Manajemen Aset: Pengertian, Manfaat, Tujuan, Fungsi dan Tips Untuk Perusahaan

27 Februari 2023 - 20:14 WIB

Manajemen Aset: Pengertian, Manfaat, Tujuan, Fungsi dan Tips Untuk Perusahaan

Motif Ekonomi : Pengertian, Macam-Macam Serta Tujuannya

19 Februari 2023 - 00:16 WIB

Motif Ekonomi : Pengertian, Macam-Macam Serta Tujuannya

Likuiditas Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh dan Fungsinya

18 Februari 2023 - 00:34 WIB

Likuiditas Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh dan Fungsinya

Laba Ditahan : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Karakteristik dan Faktornya

17 Februari 2023 - 02:29 WIB

Laba Ditahan : Pengertian, Tujuan, dan Faktor yang Mempengaruhinya
Trending di Ekonomi