Menu

Mode Gelap

Nahwu Shorof · 20 Apr 2023 22:24 WIB ·

Na’at Man’ut : Pengertian, Contoh, Na’at haqiqi, Na’at Sababi


 Na'at Man'ut : Pengertian dan Contohnya Perbesar

Na'at Man'ut : Pengertian dan Contohnya

Na’at man’ut adalah tarkib atau susunan kalimat dalam bahasa arab yang saling beriringan yang tidak terpisahkan. Karena naat adalah sifat sedangkan man’ut perkara yang di sifati. Jadi keduanya harus beriringan. Naat dan man’ut memiliki kaidah-kaidah (ketentuan) yang harus di ketahui sebagaimana pembahasan di bawah ini.

Pengertian Na’at Man’ut

Pengertian na’at adalah lafadz yang menjadi sifat dari man’ut. Man’ut adalah kalimat yang berada sebelum na’at yang disifati oleh na’at.

Contohnya جَاءَ زَيْدٌ الْعَاقِلُ (datang zaid yang berakal).  الْعَاقِلُadalah na’at yang menjadi sifat dari man’ut, yaitu  زَيْدٌ .

Dalam segi i’robnya na’at ini ikut kepada man’utnya dalam segi i’robnya. Maksudnya kalau man’ut-nya di baca rofa’ maka na’at -nya ikut dibaca rofa’. Begitu juga ketika man’ut-nya di baca nashob maka na’at-nya ikut di baca nashob. Begitu juga serterusnya.

Contoh Na’at Man’ut

Contoh yang ikut pada lafadh yang di baca rofa’: جَاءَ زَيْدٌ الْعَاقِلُ

Contoh yang ikut pada lafadh yang di baca nashob: رَأَيْتُ زَيْدًا الْعَاقِلَ

Contoh yang ikut pada lafadh yang di baca jer: مَرَرْتُ بِزَيْدٍ الْعَاقِلِ

Ketentuann Na’atMan’ut

Untuk na’at man’ut harus mengikut ketentuan berikut ini:

1. Kalau na’atnya nakiroh maka man’utnya harus nakiroh. Contoh جَاءَ رَجُلٌ عَاقِلٌ .

2. Kalau na’atnya ma’rifat  maka man’utnya harus ma’rifat. Contoh جَاءَ زَيْدٌ الْعَاقِلُ

3. Kalau na’atnya mufrod maka man’utnya harus mufrod. Contoh جَاءَ زَيْدٌ الْعَاقِلُ

4. Kalau na’atnya tasniyah maka man’utnya harus tasniyah. Contoh جَاءَ الزَّيْدَانِ الْعَاقِلَانِ .

5. Kalau na’atnya jama’ maka man’utnya harus jama’. Contoh جَاءَ الزَّيْدُوْنَ الْعَاقِلُوْنَ .

Untuk ketentuan-ketentuan ini berlaku untuk na’at yang berupa isim sedangkan na’at yang berupa fi’il ketentuan-ketentuan tersebut tidak berlaku serta bacaannya tidak harus ikut pada man’utnya.

Na’at Haqiqi dan Na’at Sababi

Na’at haqiqi adalah na’at yang merofa’kan isim dhamir yang kembali kepada man’utnya. Seperti contoh :

جَاءَ الرَّجُلُ الْفَاضِلُ

Artinya: Telah datang laki-laki yang utama

Lafadh الْفَاضِلُ adalah na’at yang merofa’kan dhamir yang tersimpan yang kembali kepada “Arrojulu”

Na’at sababi adalah na’at yang merofa’kan isim dhahir, Contoh :

جَاءَ الرَّجُلُ الْفَاضِلُ أَبُوْهُ

Artinya : Telah datang laki-laki yang bapaknya utama.

Lafadh الْفَاضِلُ adalah na’at yang merofa’kan أَبُوْهُ yang merupakan isim dhahir.

Baca juga:

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1,934 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Inna  dan Saudara-saudaranya : Contoh, Isim dan Khobarnya

19 April 2023 - 21:56 WIB

Inna  dan Saudara-saudaranya : Contoh, Isim dan Khobarnya

Kana كَانَ dan Saudara-Saudaranya : Contoh, Isim dan Khobarnya

19 April 2023 - 21:40 WIB

Kana كَانَ dan Saudara-Saudaranya : Contoh, Isim dan Khobarnya

Isim-Isim Yang di Baca Rofa’

19 April 2023 - 21:13 WIB

Isim-Isim Yang di Baca Rofa'

Amil Nawasikh : Kana, Inna, Dhanna, Saudara-Saudaranya dan Contohnya

19 April 2023 - 03:08 WIB

Amil Nawasikh : Kana, Inna, Dhanna, Saudara-Saudaranya dan Contohnya

Khobar Mufrod dan Ghairu Mufrod, Pengertian dan Contohnya

19 April 2023 - 02:12 WIB

Khobar Mufrod dan Ghairu Mufrod, Pengertian dan Contohnya

Pengertian Mubtada’ adalah, Macam-Macam dan Contohnya

12 April 2023 - 21:50 WIB

Pengertian Mubtada' adalah, Macam-Macam dan Contohnya
Trending di Nahwu Shorof