Menu

Mode Gelap

Edukasi · 31 Mar 2023 00:15 WIB ·

INOVASI PENDIDIKAN


 INOVASI PENDIDIKAN Perbesar

INOVASI PENDIDIKAN

finaninsia – Di awal tahun 2020, dunia dihebohkan dengan munculnya virus yang sifatnya menyebar dan mematikan, virus tersebut adalah Virus Corona. Virus itu menimbulkan penyakit yang dinamai Covid-19. Pada akhir Bulan Desember 2019, China dibuat kaget dengan adanya temuan orang yang sakit dengan gejala seperti Pneumonia yang belum diketahui penyebabnya bisa sampai menyebar di Kota Wuhan. Sebanyak 44 orang yang di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, telah tertular.
Untuk mecegah penyebaran lebih luas Virus Corona baru, Pemerintah China mengisolasi 3 kota di Provinsi Hubei, yaitu Kota Wuhan, Ezhou, dan Huanggang, serta menghentikan adanya kegiatan tranportasi publik. Sekitar 18 juta warga China di Kota Wuhan harus terpaksa menghabiskan libur Imlek dirumah.

Mereka tidak diizinkan berpergian ke luar kota karena menyusul isolasi yang berlaku mulai Kamis (23/1/2020) pagi Di Wuhan, semua warga juga dihimbau untuk menggunakan masker.
Masuknya kasus positif Covid-19 pertama kali di temukan Di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020, Ketika 2 orang tertular dari seseorang warga Negara Jepang. Pada tanggal 9 April pandemi Di Indonesia sudah menyebar ke 34 Provinsi dengan DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat adalah sebagai provinsi paling terpapar Virus Corona Di Indonesia. Setelah pengumuman pertama kali adanya kasus Di Indonesia, pemerintah menghimbau untuk tidak panik.
Wabah ini membuat para pemimpin dunia menerapkan kebijakan yang sangat ketat untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19. Sosial distancing menjadi pilihan yang sangat berat bagi setiap warga negara dalam menerapkan kebijakan pemerintah untuk meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19, karena kebijakan ini mendominasi dampak negatif dari pada dampak positifnya dalam segala aspek kehidupan, salah satunya dapat menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan, namun tidak ada cara lain selain cara ini yang paling efektif.
Kebijakan Social distancing berakibat fatal terhadap roda kehidupan manusia, salah satunya adalah dalam bidang Pendidikan, karena hal ini menyentuh berbagai lapisan generasi bangsa.Kebijakan pemerintah yang mendadakan dengan meliburkan atau memindah proses pembelajaran di rumah yang sebelumnya di sekolah atau di madrasah.

Ketidaksiapan sekolah atau madrasah melaksanakan pembelajaran daring menjadi factor utama kekacauan ini, walaupun pemerintah memberikan solusi alternatif dalam meberikan nilai guna sebagai persyaratan kelulusan atau kenaikan kelas disaat situasi darurat seperti ini.
Adanya virus ini mengakibatkan berbagai dampak yang ditimbulkan, salah satunya adalah pada bidang Pendidikan. Dengan adanya Virus Corona yang muncul pada saat itu proses pembelajaran yang awalnya dapat dilaksanakan tatap muka sekarang harus dilaksanakan dengan jarak jauh, tetapi dalam keadaan seperti ini guru harus dapat melaksanakan kewajiban sebagai pengajar atau pendidik.

Pada prinsip kebijakan Pendidikan di masa Pandemi Covid-19, meliputi :
1. Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebjakan pembelajaran.
2. Tumbuh kembang peserta didik dan kondisi pdikososial juga mejadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan Pendidikan selama masa Pandemic Covid-19.
Untuk mengantisipasi kosekuensi negatif dan isu dari pemberikan jarak jauh, pemerintah mengimplementasikan dua kebijakan baru yang terdiri :
1. Perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning, dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka diperbolehkan untuk semua jenjang yang berada di zona hijau dan kuning.
2. Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus), sekolah di beri fleksibilitas untuk meimilh kurikrlum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa. Modul pembelajaran dan asesmen dibuat untuk mendukung pelaksanaan kurikulum darurat (dalam kondisi khusus).
Proses pembelajaran daring atau jarak jauh bukan hanya sekedar materi yang dipindah melalui media internet, bukan juga sekedar soal dan tugas – tugas yang dikirimkan melalui aplikasi sosial media. Pembelajaran daring harus direncanakan, dilaksanakan, serta dievaluasi sama halnya dengan pembelajaran yang terjadi di kelas. Siswa dapat melakukan pembelajaran daring dan berinteraksi dengan guru menggunakan aplikasi yang dipakai seperti Whatsapp Group dan lain sebagainya.
“Tujuan inovasi penididikan yaitu upaya untuk megembangkan Pendidikan yang lebih efektif. Manusia mampu menciptakan menciptakan sesuatu yng baru yang sebelumnya tidak dikenal.

Baca juga : PROBLEMATIKA KURIKULUM MASA PANDEMI COVID-19

Manusia juga selalu berusaha dan mampu melakukan sesuatu denga cara yang baru, yang sebelumnya tidak dikenal dan bahkan lebih sempurna. Dengan kreativitas dan usaha yang tidak henti – hentinya, manusia menemukan cara baru yang mengantarkan pada kehidupan yang lebih bail seperti sekarang.

Pembaruan Pendidikan dilakukan dalam upaya problem solvating yang dihadap dunia Pendidikan yang selau dinamis dan berkembang. Sifat pendekatan yang diperlukan untuk memecahkan masalah Pendidikan yang kompleks dan berkembang itu harus berorientasi pada hal – hal yang efektif dan murah serta peka terhadap timbulnya masalah – masalah baru di dalam Pendidikan”.
Dengan adanya pandemic Covid-19, proses pembelajaran tidak dapat dilakukan secara tatap muka langsung. Meskipun bisa dilakukan tatap muka langsung maka harus dengan prosedur yang sangat ketat. Oleh karena itu, sekolah atau Lembaga Pendidikan harus dapat melakukan proses pembelajaran degan berbagai model yang sesuai. Beberapa model pembejaran antara lain sebagai berikut :
1. Dalam jaringan atau daring
2. Luar jaringan atau luring
3. Blended atau gabungan antara daring dan luring
“Dalam menentukan pola pembelajaran yang dapat digunakan sangat bergantung dari situasi dan kondisi di sekolah masing – masing. Jadikan kondisi di sekolah sebagai pertimbangan utama, jangan megikuti sekolah lain yang kondisinya berbeda.

Pengelolaan pembelajaran daring harus mempersiapkan dan Menyusun rencana pelaksanaan pebelajaran secara kompetitif yang harus dikuasai oleh peserta didik. Menetukan tema pembelajaran berbasis aktivitas kehidupan nyata dan pembelajaran berbasis projek.

Memastikan aplikasi yang digunakan bisa diakses oleh peserta didik dan juga guru. Memastikan tata cara atau kontrak belajar menjadi kesepakatan Bersama anatar sekolah, guru, peserta didik, dan juga wali peserta didik. Memastikan sarana prasarana penunjang pembelajaran online sudah tersedia”.
Saat pembelajaran daring harus memulai dan mengakhiri pembelajaran dengan bedoa, terutama daring yang dilakukan dalam waktu bersamaam. Membuat kesepakatan atau aturan selama pembelajaran berlangsung. Memastikan semua peserta didik mengikuti pembelajaran daring.

Mengembangkan system pengawasan agar peserta didik benar – benar mengikuti pembelajaran online. Melaksanakan pembelajaran online dengan pendekatan pembelajaran berbasis aktivitasnyata dan berbasisi projek, seperti tema mengenai Pandemic Covid-19.
Pasca pembelajaran guru harus memastikan tugas yang harus dikerjakan peserta didik. Penugasan harus diberikan sesuai dengan jadwal. Berkordinasi dengan manajemen sekolah dan berkomunikasi dengan orang tua atau wali peserta didik terkait proses pembelajaran secara daring.
Berbagai hambatan hadir Ketika pembelajaran dilaksanakan secara daring. Hambatan itu kemudian menjadi tantangan untuk para – para guru dan peserta didiknya, sebagaimana pembelajaran secara daring mesti tetap dilakukan di tengah wabah ini.

Tantangan yang harus dihadapi dalam pembelajaran secara daring diantaranya berkenaan dengan kesiapan guru dan siswa, keterbatasan sarana dan prasarana, belum ada kurikulum yang sesuai, serta arahan pemerintahan daerah yang masih belum jelas.
“Pembelajaran daring sebagai peluang sekaligus tantangan Pendidikan yang bermutu identik dengan pembelajaran untuk mampu memeberikan ruang sekaligus dorongan kepada peserta didik untuk berekspresi, dan mengapesiasikan kebutuhan belajar sesuia minat bakat terhadap pertumbuhan dan perkembangan serta kondisi lingkungan peserta didik.

Penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran selama masa Pandemic Covid-19 merupakan saalah satu cara agar siswa dapat belajar, penggunaan teknologi ini mengharuskan guru dan siswa untuk melangkah ke arah lebih maju. Disisi lain penggunaan teknologi dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sangat penting dan berguna utuk menyongsong Pendidikan yang lebih efektif dimasa yang akan mendatang”.
Perkembangan teknologi pada zaman ini yang begitu pesat perkembangannya diharapkan guru dapat memanfaatkannya sebagai peluang untuk memahami bagaimana mengelola konten digial dengan baik dan benar, terlebih bagi guruyang sama sekali tidak paham dengan teknologi disebabkan oleh pola adaptasi yang terkesan begitu cepat dan mendadak.

Selain itu, guru dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi sebagai peluang dalam mengembangkan pendidikan, baik dari segi model, media dan strategi.
Dalam era Pandemic Covid-19 ini, yang harus diperhatikan adalah pendidik perlu memastikan bahwa proses pembelajaran tetap berjalan walaupun pembelajaran berada dirumah. Inovasi Pendidikan merupakan solusi yang perlu didesain dan dilaksanakan oleh pendidik dengan memaksimalkan media yang ada seperti media daring (online).

Pendidik dapat melakukan inovasi pembelajaran menggunakan metode e-learning yaitu pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
“Dengan menggunakan media online tersebut, maka secara tidak langsung kemamoan mengakses teknologi semakin dikuasai pendidik dan pembelajar.

Setelah pendidik mampu menguasai berbagai media pembelajaran online, maka akan tercipta pemikiran kritis mengenai metode dan model pembelajaran yang akan digunakan, sehingga metode dan media yang digunakan akan leboh bervariasi.

Misalkan dosen menugaskan kepada mahasiswa untuk berdiskusi, untuk membuat video pembelajaran dan diupload di youtube, membuat artikel, mengerjakan kuis, presentasi lewat Whatsapp Group atau zoom. Sehingga adanya penerapan model pembelajaran dirumah yang bervariasiini, membuat pembelajar tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran secara online”.
Penggunakan teknologi dalam menyelesaikan tugas pada pembelajaran, juga dapat menimbalkan kreativitas di kalangan pembelajar dalam mengembangkan pengetahuan yang telah mereka milki.

Dengan metode pembelajaran yang bervariasi dari pendidik, mereka dapat menciptakan suatu produk pembelajaran kreatif yang dapat mengembangkan pemikiran melalui analisis mereka sendiri, tanpa keluar dari pokok pembahasan materi yang telah disampaikan oleh pendidik.
Pembelajaran yang dilakukan di rumah, dapat membuat orang tua lebih mudah untuk mengawasi atau mengontrol anak secara langsung. Orang tua lebih mudah membimbing dan mengawasi belajar anak di rumah. Hal tersebut akan menimbulkan komunikasi multi arah yang lebih intensif dan akan menimbulkan bungan kedekatan yang lebih erat antara anak dan orang tua.

Orang tua dapat melakukan bimbingan secara langsung kepada anak mengenai materi pembelajaran yang belum dimengerti oleh anak.
Pembelajaran daring juga bukan dilakukan di tingkat SD, SMP, SMA, tetapi mahasiwa juga terkena dampak dari pandemi covid-19, untuk menerapkan kebijakan pemerintah, yaitu untuk melakukan kegiatan pembelajaran daring, meskipun belum jelas sebesar apa efektivitasnya dibandingkan dengan pembelajaran secara tatap muka. Melihat realitas saat ini banyak kaum mahasiswa yang mengeluh atas pembelajaran jarak jauh ini.

Baca juga : Pengertian dan Jenis – Jenis Surplus beserta Contohnya

Mereka lebih menyukai pembelajaran secara tatap muka di banding secara daring. Dan fenomena ini mengakibatkan dampak positif dan dampak negatif bagi mahasiswa, tetapi lebih banyak dampak negatifnya dibanding dampak positifnya.
Proses pembelajaran di era pandemi covid-19 memberikan kesan tersendiri bagi mahasiswa. Kesan yang dialami mahasiswa selama proses pembelajaran daring di era pandemic covid-19 adalah menyengkan. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran daring di era pandemic covid-19 dapat dilakukan bisa dimana saja tanpa batas dan kapan saja.

Di sisi lain mahasiswa juga mendapatkan keuntungan dari sistem pembelajaran daring seperti dapat menghemat pengeuaran biaya untuk transportasi, pembelian buku materi, dan untuk menghemat pembiayaan hidup Ketika bertinggal di domisi saat studi.
Salah satu hal yang menjadi perhatian saat pembelajaran daring adalah implementasi dari pembelajaran. Banyak mahasiswa yang mengeluh tugas yang banyak tanpa adanya materi yang cukup sehingga mereka agak kewalahan untuk menyelesaikan tugas mereka.

Perkuliahan daring memang membutuhkan adaptasi dan usaha agar dapat berjalan secara optimal. Selain itu dibutuhkan usaha yang maksimal untuk memahami materi yang biasanya disampaikan tatap muka menjadi tulisan dan video atau live streaming. Namun sejalan dengan itu adanya beberapa keluhan yang dirasakan oleh para mahasiswa dimana mulai ada rasa bosan akibat monotonnya metode pembelajaran.
Meskipun pembelajaran daring mengunakan berbagai aplikasi dilaksanakan, namun dosen tetap harus memperhatikan bagaimana model pembelajaran dan skenario dari pembelajaran tanpa rencana yang matang akan menyulitkan pendidik dan mahasiswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Pada realistisnya masih banyak pendidik yang memiliki pemahaman bahwa belajar merupakan transmisi pengetahuan kepada para mahasiswa. Hal ini menyebabkan mahasiswa mejadi pasif, kurang efektif, dan kurangnya produktif dalam mengembangkan potensi dirinya.

Bedasarkan hal tersebut, diperlukannya pemahaman baru bahwa belajar merupakan ruang untuk mengembangkan seluruh potenji para mahasiswa dan mereka diberi kebebasan untuk mengembangkan dirinya sendiri.
Pembelajaran daring memiliki beberapa dampak terhadap mahasiswa yaitu pembelajaran daring masih membingungkan mahasiswa, mahasiswa menjadi pasif, kurang efektif, dan kurang produktif.

Penumpukan informasi pada mahasiswa kurang bermanfaat, mahasiswa mengalami stress, serta peningkatan kemampuan literasi Bahasa mahasiswa.
Walaupun banyak tenaga pendidik, peserta didik maupun masyarakat yang belum siap menghadapi era revolusi industry 4.0, pembelajaran daring di tengah pandemic covid-19 ini seakan – akan memaksa semua manusia harus siap terhadap perkembangan teknologi saat ini.

Kebijakan pemerintah ini merupakan Langkah yang tepat dilakukan untuk kondisi seperti ini. Semacam ada percepatan agar masyarakat untuk melangkah lebih cepat maju, dengan teknologi sekarang.

Penulis : Rizki Avandi Ramadani

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aqidah Islam sebagai Pondasi Iman

16 Mei 2024 - 18:51 WIB

NABI DAN UTUSAN ALLAH

16 Mei 2024 - 16:20 WIB

Konsep Tuhan dalam agama Islam

16 Mei 2024 - 16:11 WIB

Iman Kepada Hari Akhir

16 Mei 2024 - 15:56 WIB

Pengertian Malaikat dan Iman Kepada Malaikat

16 Mei 2024 - 15:51 WIB

Pengertian Qada dan Qadar

16 Mei 2024 - 15:46 WIB

Trending di Edukasi