Menu

Mode Gelap

Finansial · 19 Des 2022 07:26 WIB ·

Break Even Point : Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Rumus Penghitungan


 Break Even Point : Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Rumus Penghitungan Perbesar

Break Even Point : Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Rumus Penghitungan

Finaninsia – Kegagalan dalam bisnis atau usaha biasanya dipenggaruhi oleh kurangnya perhitungan atau manajemen bisnis yang dilakukan oleh pelaku usaha. Hal yang tidak boleh diabaikan salah satunya yaitu perhitungan tentang Break Even Point (BEP). BEP merupakan suatu metode untuk memperkirakan total akumulasi penjualan, modal, keuntungan dan lain sebagainya. Untuk lebih memahami apa itu BEP mari simak penjelasan tentang apa itu BEB, beserta fungsi, tujuan dan rumus penghitungan BEB di bawah ini.

Pengertian Break Even Point

Pengertian Break Even Point (BEP) adalah titik impas dimana perusahaan tidak memperoleh keuntungan dari bisnis intinya, tetapi juga tidak merugi. Artinya yaitu, jumlah laba yang diterima sama dengan gabungan semua pengeluaran perusahaan, atau keduanya nol. Menurut beberapa ahli seperti Garrison dan Noreen, BEP adalah jumlah penjualan yang harus dicapai untuk menutup semua biaya operasional perusahaan. Nilai jual tersebut belum bebas pajak dan bebas bunga.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa BEP dapat terjadi apabila perusahaan menggunakan biaya tetap dalam produksinya. Namun, pendapatan penjualan hanya dapat digunakan untuk menutupi biaya tetap dan variabel. Sebaliknya, jika hasil penjualan hanya dapat menutup biaya variabel dan sebagian biaya tetap, berarti perusahaan mengalami kerugian.

Mungkin anda menyukai: Pengertian Produk : Jenis-jenis, Klasifikasi Produk, Contoh dan Ciri-Cirinya

Fungsi Break Even Point

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Break Even Point berguna untuk membantu menilai keadaan bisnis dan menentukan keputusan apa yang harus diambil oleh bisnis di masa depan. Selain itu,  fungsi Break Even Point antara lain yaitu:

1. Memberikan informasi berapa besar investasi yang dibutuhkan untuk menutup biaya awal.

2. Margin untuk membatasi kerugian.

3. Mengetahui harga mengubah harga jual, biaya dan volume penjualan.

4. Memperoleh informasi dan petunjuk untuk memecahkan masalah yang dihadapi perusahaan, seperti menambah atau mengganti fasilitas produksi.

5. Memberikan Informasi untuk Pengambilan Keputusan Kelangsungan yang berkaitan dengan kelanjutan bisnis.

BEP sangat penting bagi perkembangan dan nasib perusahaan di masa depan. Oleh karena itu, perhitungan BEP juga harus dilakukan secara cermat agar hasil yang diperoleh sangat bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan perusahaan.

Baca juga: Omzet : Pengertian, Cara Meningkatkannya, Perbedaannya dengan Profit

Tujuan Break Even Point

1. Membantu perusahaan atau badan usaha menentukan sisa kapasitas produksi setelah mencapai BEP dan mengetahui proyeksi keuntungan atau keuntungan maksimal.

2. Membantu perusahaan atau bisnis menentukan langkah bisnis berikutnya yang lebih efektif, seperti mengganti sumber daya manusia dengan mesin. Otomatisasi produksi ini dapat mengubah biaya tetap dan biaya variabel serta mengurangi biaya produksi.

3. Membantu perusahaan atau bisnis memahami perubahan nilai laba ketika harga produk berubah.

4. Menunjukkan kerugian sehingga perusahaan atau dealer dapat memberikannya pada faktur penjualan.

Rumus Penghitungan Break Even Point

Metode dan Rumus Perhitungan Break Even Point (BEP) Dalam dunia akuntansi, Break Even Point (BEP) sering digunakan untuk mencari persamaan dimana biaya produksi barang sama dengan pendapatan yang diperoleh dalam satu periode. Beberapa rumus sering digunakan untuk menghitung analisis titik impas (BEP) adalah sebagai berikut:

BEP = Biaya Tetap: (Harga Jual Unit – Biaya Variabel Unit)

Selisih antara biaya unit dikurangi pendapatan penjualan dan biaya unit variabel adalah rumus margin kontribusi.

Metode ini dapat digunakan untuk menentukan titik di mana biaya total sama dengan biaya total dan jumlah unit yang dikeluarkan.

BEP = Biaya Tetap: BEP marjin kontribusi unit

BEP tidak dapat dihitung dalam satuan saja, tetapi jika Anda sudah mengetahui berapa unit yang harus dijual untuk menutup biaya produksi, Anda dapat mengalikannya dengan harga satuan.

Jika ingin dalam rupiah maka dikalikan dengan harga satuan menjadi:

Break Even Point  dalam mata uang = Harga jual per unit x BEP per unit

Setelah mengetahui rumus menghitung titik impas bisnis (BEP), Anda perlu mengetahui margin pembayaran. Margin kontribusi dapat menentukan berapa banyak laba yang telah dijual suatu produk dengan mengukur pengaruh penjualan terhadap laba. Rumus perhitungannya adalah:

Margin kontribusi: Total penjualan – biaya variabel Saat menghitung margin kontribusi, penting untuk memperhatikan biaya total dan biaya variabel yang dipertimbangkan sehubungan dengan total biaya. penjualan atau penjualan bisnis.

Dengan menggunakan margin input, perusahaan dapat memisahkan biaya tetap produksi dari keuntungan yang diterimanya. Dengan cara ini perusahaan mengetahui harga produk yang dijualnya.

Baca juga: Business Development : Pengertian, Tugas, Skill dan Faktor

Contoh Perhitungan Break Even Point
Contoh Perhitungan Break Even Point yaitu  Misalkan suatu perusahaan bernama “Jaya Makmur” memiliki rencana produksi dan data-data biaya seperti berikut ini:

Biaya Tetap sebulan adalah sebesar Rp137.500 yaitu terdiri dari:

Biaya Gaji Pegawai + Pemilik : Rp74.500.000

Biaya Sewa Pabrik : Rp29.500.000

Biaya Penyusutan Mobil : Rp1.000.000

Biaya Sewa Gedung Kantor : Rp18.000.000

Biaya Asuransi Kesehatan : Rp14.500.000

Biaya Variable per Unit Rp60.000.00 yaitu terdiri dari :

Biaya Bahan Baku : Rp30.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung : Rp20.000

Biaya Lain : Rp.10.000

Harga Jual per Unit Rp90.000

Sekarang dapat kita hitung berapa tingkat BEP usaha tersebut baik dalam unit maupun dalam rupiah dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Contoh perhitungan BEP “Usaha Gemilang” adalah sebagai berikut:

Break Even Point (BEP) Unit = Biaya Tetap : (harga/unit – biaya variable/unit)

BEP Unit =Rp137.500.000 : (Rp90.000 – Rp60.000)

= Rp137.500.000 : Rp20.000

= 6875

Jadi, dengan rumus ini, nilai BEP dari contoh di atas adalah 6875 unit

Break Even Point (BEP) Rupiah = Biaya Tetap  : (kontribusi margin/unit harga/unit)

BEP Rupiah = Rp137.500.000 :  (Rp20.000 : Rp90.000)

= Rp137.500.000 : 0.2222

= Rp618.811.188

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa dari rumus perhitungan di atas, BEP dalam nilai Rupiah adalah Rp618.811.188

Baca juga: Pengertian Asosiasi Dagang: Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Kesimpulan

BEP adalah suatu metode yang digunakan untuk menganalisa dan memprediksi titik impas dimana perusahaan tidak memperoleh keuntungan dari bisnis intinya, tetapi juga tidak merugi. Dengan mempelajari BEP artinya perusahaan atau pelaku bisnis telah memperkecil potensi kerugian yang akan dialami usahanya. Demikian tadi adalah penjelasan tentang BEP, yang disertai cara dan contoh penghitungannya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PENDIDIKAN DALAM UPAYA MEMAJUKAN TEKNOLOGI

31 Maret 2023 - 00:43 WIB

PENDIDIKAN DALAM UPAYA MEMAJUKAN TEKNOLOGI

Pengaruh Teknologi pada perkembangan pendidikan di sekolah

31 Maret 2023 - 00:38 WIB

Pengaruh Teknologi pada perkembangan pendidikan di sekolah

PENTINGNYA MENDIDIK ANAK DI USIA DINI DAN GAYA BELAJARNYA

31 Maret 2023 - 00:25 WIB

Pendidikan Anak di Usia Dini

Jenis Rasio Keuangan dan Pengertian Rasio Keuangan

25 Maret 2023 - 00:04 WIB

Jenis Rasio Keuangan dan Pengertian Rasio Keuangan

Pihak – Pihak Yang Membutuhkan Laporan Keuangan

24 Maret 2023 - 23:37 WIB

Pihak - Pihak Yang Membutuhkan Laporan Keuangan

Kebangkrutan : Pengertian, Faktor Penyebab, Tanda-Tandanya

24 Maret 2023 - 20:54 WIB

Kebangkrutan : Pengertian, Faktor Penyebab dan Tanda-Tandanya
Trending di Finansial